Showing posts with label penelitian. Show all posts
Showing posts with label penelitian. Show all posts

08 January 2009

Rekam Medis: Riwayatmu Nanti...

Di akhir tahun 2008 terbit sebuah buku yang wajib dibaca oleh praktisi kesehatan, khususnya praktisi manajemen informasi kesehatan, juga oleh mahasiswa dan pendidik dari institusi terkait. Buku ini intinya mencoba menggambarkan bahwa sedang terjadi transisi pemikiran paradigma rekam medis. Paradigma konsep tradisional 'rekam medis' bertransformasi menjadi paradigma baru, bernama manajemen informasi kesehatan (MIK). Dahsyat!

Revolusi teknologi informasi dan komunikasi adalah biang dari transformasi tersebut. Semua perubahan paradigma ini tidak dapat lepas dari World Summit on the Information Society di Jenewa tahun 2003 silam. Pertemuan tersebut menegaskan bahwa pada tahun 2015 seluruh pusat kesehatan serta rumahsakit sudah terhubung dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Buku yang diberi judul Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan di Sarana Pelayanan Kesehatan ini disusun oleh sederet pakar, dengan editor Gemala Hatta. Gemala Hatta sendiri adalah jaminan dengan nama besar yang sudah malang-melintang di jagad manajemen informasi kesehatan. Dengan tebal xxviii+430 halaman; 26x38 cm; bisa dibayangkan betapa banyaknya kandungan informasi yang tersimpan dalam buku ini.

Disusun dalam lima bagian, yang terdiri dari 16 bab, buku ini memulai Bagian I dengan membahas Sistem Kesehatan Nasional. Bagian ini terasa berat bagi Saya, yang memang kurang berminat berkutat dengan topik Sistem Kesehatan Nasional. Apalagi ketika Saya baru saja mulai panas membaca Bab I, penjelasannya terasa menggantung. Tanpa basa-basi tiba-tiba penulis menyudahi tulisannya dengan daftar pustaka.

Bagian II menjelaskan dasar teknologi informasi kesehatan. Bagian ini cukup menarik karena sedikit banyak berisi sejarah teknologi informasi kesehatan. Saya sendiri baru tahu bahwa ternyata teknologi informasi kesehatan telah hadir di dunia ini sejak zaman dahulu kala. Jauh sebelum kelahiran nenek moyang Saya.

Bagian III berisi pembahasan tentang statistik. Cukup penting, tapi penjelasannya memang terlalu singkat. Barangkali karena memang buku ini adalah buku yang mencoba menjelaskan tentang MIK, bukan buku statistik. Lumayan untuk mereview beberapa konsep statistik. Bagian ini juga penting untuk menyadarkan bahwa sebenarnya tidak diperlukan keahlian statistik yang canggih untuk mengolah data rekam medis menjadi informasi kesehatan yang berguna dan mudah dipahami. Percaya?

Penjelasan Bagian IV tentang sistem dan teknologi informasi kesehatan. Bagian ini tidak cukup aplikatif untuk diterapkan, walaupun disampaikan secara teknis. Sekali lagi, ini buku MIK, bukan buku teknologi informasi. Jadi mohon maklum....

Buku ditutup dengan Bagian V yang bercerita tentang organisasi kesehatan. Hampir seperti Bagian I, Saya kurang tertarik membaca bagian ini karena memang kurang menyentuh minat Saya.

Oke, secara keseluruhan buku ini pantas dibaca untuk menambah wawasan. Editornya sendiri mengakui bahwa buku ini tidak mampu menjangkau luasnya pembahasan MIK. Akan tetapi, percaya saja ya... membaca buku ini akan membawa wawasan Anda maju selangkah karena memang banyak hal yang cukup inovatif disampaikan dalam buku ini.

Selamat membaca! Karya anak bangsa... jangan beli bajakan Oke

27 November 2008

Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah

Alhamdulillah...
Hari ini berhasil dengan selamat memberikan materi tentang Pencarian Referensi, dalam Pelatihan Penulisan Jurnal Ilmiah dalam Rangka Penguatan Jurnal Ilmiah di Perguruan Tinggi. Pelatihan ini sebetulnya dilaksanakan oleh Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, PMPK FK UGM. Kebetulan karena Saya pada saat ini beraktivitas di Learning Resource Center, yang memang salah satu tugasnya ialah mencari referensi dari berbagai sumber, terutama sumber-sumber yang berada di internet. Oleh karena itulah barangkali menjadi sebab sehingga Saya diamanahi untuk memberikan materi sesi tersebut. 

Penekanan Saya dalam materi ini ialah tentang bagaimana mengoptimalkan pencarian dari sumber-sumber di internet yang dapat diakses secara bebas. Sumber pencarian yang bisa Saya jadikan contoh utama ialah American Journal of Public Health (www.ajph.org) dan PubMed Central (www.pubmedcentral.nih.gov). Di kedua alamat website ini, pengunjung dapat mengakses ribuan, mungkin jutaaan, jurnal secara bebas, baik berupa abstraknya saja, atau bahkan dalam bentuk full text dan pdf file. Sungguh harta karun yang luar biasa besar...  

Materi lain yang juga Saya sampaikan ialah berkenaan dengan pentingnya mekanisme untuk mengorganisasikan bibliografi supaya lebih cepat dan lebih mudah diakses. Seringkali saking lengkapnya referensi, bukan semakin mempermudah kerja penelitian. Sebaliknya semakin menambah pekerjaan untuk mencari, mencari dan mencari informasi dari tumpukan referensi yang semakin dan semakin menggunung. Di sinilah terlihat peran besar dari sofware manajemen data bibliografi untuk membantu tugas peneliti. 

Salah satu software database bibliografi yang patut dijadikan pilihan ialah BiBus. Disamping mudah digunakan, software ini juga Free of Charge. Bila dibandingkan dengan harus mengeluarkan uang senilai 3,5 juta rupiah hanya untuk membeli Software Reference Manager, lebih baik bayar koneksi internet 30 menitan untuk mendownload BiBus. Lagipula inti dari fasilitas yang ditawarkan oleh kedua software tersebut tidak jauh berbeda. BiBus sendiri, sudah Saya buktikan mampu dan sangat membantu mempermudah proses penulisan ilmiah.

Selanjutnya materi mulai mengalir dengan penjelasan tentang alamat untuk mendownload BiBus, proses instalasi, bagaimana cara menambah referensi, membuat topic tree, berpindah atau mengganti koneksi database, dan bagaimana mengintegrasikan fungsi BiBus ke dalam Microsoft Word. Tutorial BiBus yang cukup lengkap pernah ditulis oleh Chusnan, dan bisa di-download di sini.

Antusias peserta terutama sangat terlihat ketika penjelasan tentang cara mengambil sitasi dari BiBus dan memasukkannya ke dalam Microsoft Word, juga ketika penjelasan tentang bagaimana cara men-generate Daftar Pustaka secara otomatis berdasarkan sitasi yang telah dimasukkan. Saya sendiri pernah sempat kagum dengan fitur BiBus yang satu ini. Dalam hitungan detik, sim salabim, jadilah daftar pustaka.

Sayangnya waktu yang diberikan panitia hanya satu jam. Sayangnya lagi, koneksi internet juga pas sedang mati. Dengan demikian Saya tidak dapat memberikan kesempatan kepada peserta untuk praktik BiBus secara langsung, selain itu Saya juga tidak dapat menunjukkan bagaimana cara mengintegrasikan hasil pencarian dari website PubMedCentral ke dalam database BiBus. Oleh karena itu, bagi para peserta pelatihan yang masih merasa penjelasan di kelas belum jelas, Saya persilakan mendiskusikannya dengan mem-posting komentar di sini... Oke!

01 November 2008

Pelatihan di Nias dan Aceh

Alhamdulillah...
Agenda pekan kemarin cukup padat. Memberikan Pelatihan Analisis Data dan Pengembangan Buletin Berbasis Web serta SMS center di dua tempat, Banda Aceh dan Nias. Pelatihan di Banda Aceh berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala tanggal 23-24 Oktober, sedangkan pelatihan di Nias dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Nias tanggal 28-29 Oktober.

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu dinas kesehatan membuat buletin epidemiologi. Buletin ini memanfaatkan data yang dianalisis dari kegiatan surveilans. Selanjutnya buletin ini akan dipublikasi melalui situs web. Menurut Pak Lutfan, diseminasi informasi melalui situs web merupakan salah satu implementasi dari e-government, yakni dinas kesehatan sebagai instansi pemerintah diharapkan bisa membagikan informasinya kepada masyarakat luas dan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Desain buletin memanfaatkan software Open Office. Open Office dipilih karena selain free of charge, juga karena pada software ini terdapat fasilitas untuk mengkonversikan file *.doc ke format *.pdf. Cara menggunakan open office juga sangat mirip dengan aplikasi sejenis yang sudah dikenal luas, yakni Microsoft Office. Pelatihan analisa data memanfaatkan software Epi Info. Penjelasan tentang software Epi Info ini bisa dibaca pada tulisan Saya sebelumnya (Bisa Apa dengan Epi Info?). Pembuatan situs web menggunakan CMS (Content Management System) WordPress. Aplikasi ini selain gratis, juga relatif mudah digunakan. Lihat saja hasil karya peserta pelatihan di website Dinas Kesehatan Kabupeten Nias atau di website surveilans Dinas Kesehatan Propinsi NAD. Hanya perlu sedikit stimulus agar peserta mencuatkan kreativitasnya melalui blog. Beberapa staf di Dinkes NAD bahkan telah membuat blog pribadi. Sayangnya Saya lupa mencatat alamat-alamat blog mereka.

Suasana Pelatihan di Dinkes Kabupaten Nias

20 July 2008

Intisari Penelitian S1 dan S2

Berikut ini merupakan intisari hasil penelitian Saya untuk menyelesaikan kuliah S1 di Program Studi Fisika FMIPA UGM (2005) dan S2 di Program Studi Ilmu Lingkungan SPS UGM (2008). Saya sangat senang apabila ada di antara pembaca yang tertarik dan berminat mendiskusikan lebih lanjut hasil penelitian ini dengan Saya. Terimakasih


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


KINERJA SPEKTROMETER FOTOAKUSTIK LASER CO2
KONFIGURASI INTRAKAVITAS

UNTUK MENDETEKSI GAS HEMBUS MANUSIA

Dosen Pembimbing
Dr. M. Ali Joko Wasono

Dosen Penguji
Dr. Agung BSU
Drs. Sunarto, MS


Telah dilakukan analisa kinerja spektrometer fotoakustik (SFA) laser CO2 konfigurasi intrakavitas pada penentuan batas deteksi terendah (BDT) gas aseton (CH3COCH3). Diperoleh konsentrasi terendah yang masih dapat dideteksi oleh SFA berdasarkan spektrum serapan gas aseton (CH3COCH3) sebesar (1,52±0,19) ppb.

SFA selanjutnya digunakan untuk mengukur konsentrasi gas aseton (CH3COCH3) pada cuplikan gas hembus penderita diabetes mellitus. Berdasarkan hasil pengukuran cuplikan gas hembus dari dua orang penderita diabetes mellitus diperoleh konsentrasi gas aseton untuk masing-masing penderita sebesar 9.89 ppm dan 15.79 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fotoakustik laser CO2 dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi gas aseton dalam cuplikan gas hembus manusia.


+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++


EVALUASI PEMULIHAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN KOTA
PASCA GEMPA BUMI 27 MEI 2006
Studi Kasus di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo
Kota Yogyakarta


Dosen Pembimbing
Prof.DR.Dr.KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc.,D.Comm.Nutr.,DLSHTM.,PKK
Prof.Drs. Kasto, MA

Dosen Penguji
Dr.HA. Sudibyakto, M.S.
Prof.Dr. Sutikno


Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo merupakan salah satu kelurahan di Kota Yogyakarta yang mengalami kerusakan terparah akibat gempa Bumi 27 Mei 2006. Kegiatan rehabilitasi diharapkan dapat menjadi media untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa yang lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis beserta sarana dan prasarana pendukungnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas lingkungan permukiman dan mengevaluasi pelaksanaan pemulihan lingkungan permukiman di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta pasca gempa bumi 27 Mei 2006.

Penelitian ini merupakan gabungan penelitian kuantitatif dan kualitatif, yang menggunakan metode deskriptif sebagai prosedur pemecahan masalah dengan menggambarkan atau melukiskan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Teknik untuk mengumpulkan data ialah melalui interpretasi peta, observasi lapangan, wawancara, dan telaah dokumen. Instrumen yang digunakan berupa peta, daftar isian dan panduan wawancara.

Penilaian kualitas lingkungan permukiman dengan variabel-variabel penentu kualitas lingkungan permukiman, yakni genangan air, air minum, sanitasi, saluran air hujan, tempat pembuangan sampah, jalan masuk, keadaan umum bangunan, saluran air limbah, pendapatan penduduk, umur kampung, lay-out umum bangunan, kepadatan bangunan, dan pendidikan penduduk, menunjukkan bahwa seluruh satuan lingkungan permukiman di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Kota Yogyakarta termasuk dalam kelas lingkungan permukiman dengan kualitas baik (Kelas II). Dorongan percepatan pelaksanaan pemulihan perumahan dan permukiman pasca gempa bumi 27 Mei 2006 lebih terpusat pada upaya agar penduduk dapat segera membangun serta menempati rumahnya kembali. Tujuan untuk menyediakan perumahan dan permukiman tahan gempa dapat tercapai, namun tidak berarti lebih sehat, lebih tertib, lebih teratur, dan lebih estetis. Tingginya harga material dan tenaga kerja memaksa penduduk untuk lebih fokus hanya pada beberapa komponen utama bangunan tahan gempa, agar dana yang tersedia cukup untuk membangun rumah. Keterbatasan dan status hukum lahan menjadi kendala utama Pemerintah Kota Yogyakarta dalam penataan permukiman.
Kata Kunci: kualitas lingkungan, permukiman kota, rehabilitasi

19 January 2008

Mengurus Ijin Penelitian

Salah satu tahapan yang tidak pernah Saya lewati waktu penelitian S1 dulu ialah mengurus ijin penelitian. Kebetulan pas S1, skripsinya merupakan proyek dosen. Pelaksanaannya di Lab lagi... Jadinya, gak ada istilah ngurus2 ijin. Berbeda halnya dengan penelitian untuk tesis kali ini. Penelitiannya absolutely bukan proyek dosen dan pelaksanaannya di masyarakat, tepatnya di Kelurahan Tahunan Kota Yogyakarta. Ditambah studi dokumen dan wawancara dengan beberapa dinas terkait di Kota Yogyakarta, jelas lah kiranya bahwa penelitian kali ini musti pake ijin. Nah, berikut sekelumit kisah (dongeng kali...) pengurusan ijin penelitian.

Dimana pun penelitian yang hendak dilaksanakan, selama berada di wilayah DIY, ijinnya harus melewati BAPEDA DIY. Jadi dibuatkanlah terlebih dahulu surat pengajuan ijin penelitian ke

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
cq. Kepala BAPEDA DIY

Surat ijin penelitian Saya dibuatkan oleh Bagian Akademik Pascasarjana. Syarat untuk dibuatkan ijin penelitian ialah membawa proposal yang sudah ditanda-tangani oleh dosen pembimbing dan penguji. Surat ijin ini lalu diantarkan ke kantor BAPEDA DIY. Alamatnya di Kepatihan. Itu lho di Malioboro...

Kantor BAPEDA, berada di dekat pintu gerbang kompleks Kepatihan. Jadi gak perlu ngebut waktu melewati pintu gerbang. Setelah melalui penjaga dengan sedikit trik, belok kiri, rem, dan berhenti di sebelah kiri Wartel... Kantor BAPEDA di sebelahnya Wartel. Gak ada tukang parkir disini, jadi gak perlu cari2 nota parkir. Paham!

Masuk gedung BAPEDA, Alhamdulillah langsung dapet ruang pengurusan ijin penelitian. Dari pintu masuk sudah keliatan ruangnya. Soale di depan ruang tsb ada yang duduk2 ngantri. Jadi, Saya nebak aja. Syukur gak salah.

Rapikan dikit berkas-berkas, cek fotokopian KTM dan KTP ada gak, proposal ada gak. Untungnya ada. Serahkan berkas, lalu ditanya-tanya dikit tentang isi penelitian, dimana lokasinya, siapa sampel/responden, de el el. Habis itu dapet tanda serah terima berkas, dan disuruh menunggu untuk dibuatkan surat ijinnya.

Sambil menunggu tidak boleh heboh2 bgt. Diperbolehkan baca, bengong, cari kenalan sesama pencari ijin (kali aja dapet jodoh), tidur, atau apalah... Saya sendiri baca2 aja, biar kelihatan agak keren gitu. Untungnya waktu itu yang antri gak banyak, jadi nunggunya gak lama. Dipanggil, dapet surat ijin lalu dimintakan oleh petugas agar difotokopi sejumlah tembusan. Tempat fotokopian ada di bagian belakang gedung BAPEDA. Disini juga tersedia amplop surat.

Surat ijin yang asli, fotokopian dan amplop lalu dibawa ke Bagian Umum untuk distempel. Bagian Umum berada di seberang ruang pengurusan ijin tadi. Bak buk bak buk, stempel selesai... Nah! skarang waktunya menyampaikan tembusan ke pihak-pihak yang terkait.